Monday, October 12, 2009

Reaksi Perubahan Hidup

Itulah tema taping Mario Teguh Golden Ways yang saya hadiri di Grand Studio Metro TV minggu kemarin. Dengan dress code batik, acara taping yang dihadiri sekitar 400 orang tersebut berlangsung dengan khidmad dan meriah.

Taping kali ini adalah pengalaman saya untuk kesekian kalinya. Bagaimanapun juga ada nuansa yang amat berbeda kita menonton MTGW di televisi dengan menghadiri dan merasakan langsung acaranya.

Dengan hadir secara langsung, lebih banyak insight atau pencerahan yang kita dapatkan. karena disela-sela rekaman kita bisa berinteraksi langsung dan bertanya tentang banyak hal kepada Pak Mario.

Sampai saat ini, saya bahkan makin mengagumi kepiawaian Pak Mario dalam memilih kata-kata yang sedemikian menyejukkan jiwa. Untaian kata-kata indah yang selalu mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam kesempatan taping kemarin, saya berkesempatan melontarkan pertanyaan dalam sesi machine gun. Yang dimaksud machice gun adalah pertanyaan singkat yang belum pernah didengar Pak Marion dan dijawab langsung dengan cepat oleh Pak Mario.

Sampai pagi ini, saya masih terus berusaha mengendapkan berbagai untaian kalimat indah agar bisa saya tanamkan dan praktikkan dalam kehidupan salam.

Salam Super,
Faif Yusuf

Selamat Ulang Tahun Azzam !

Hari Sabtu kemarin, tanggal 10 Oktober 2009, anak saya yang kedua, Azzam Aulia Yusuf, berulang tahun yang pertama. Sungguh ini merupakan kebahagiaan bagi saya dan keluarga.

Syukuran kami adakan secara sederhana. Dihadiri oleh keluarga (Saya, Istri, dan Ilham kakaknya). Kami juga mengundang anak-anak di lingkungan sekitar untuk ikut menikmati kue ulang tahun dan sedikit sajian lainnya.

Alhamdulillah...
Puji Syukur kepada Allah atas karunia yang luar biasa ini.
Azzam tumbuh dengan sehat dan kuat.
Fisiknya kuat dan aktif sekali. Kini Azzam sudah bisa berjalan walaupun kadang masih rambatan.

Sungguh kami berbahagia dengan kehadiranmu...Azzam. Kami bangga denganmu.
Semoga Allah selalu membimbing langkah-langkahmu dan mencapai cita-citamu kelak.

Salam,
Faif Yusuf
Ayahanda Azzam

Stay Super

Hari Sabtu kemarin saya menghadiri acara makan siang dan halal bil halal bersama Bapak mario Teguh. Bertempat di restoran Pronto Pondok Indah Mall Jakarta Selatan, acara berlangsung dengan amat akrab dan meriah.

Saya pribadi amat bersyukur bisa hadir dalam acara ini. Peserta memang dibatasi maksimal 50 orang, itu pun sudah termasuk Super Crew. Dalam pelaksanaannya, saya kira malah kurang dari 50 orang yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, kita dengan leluasa bisa bercerita, bersenda gurau, dan tetap mendapatkan banyak insight dari Pak Mario.

Selain banyak informasi "eksklusif" yang saya dapatkan. Saya merasakan kedekatan yang amat hangat berada di tengah-tengah keluarga MTSC ini. Pak Mario sungguh menjadi magnet yang amat kuat sehingga bisa menarik sekian banyak orang untuk selalu stay super.

Dalam kesempatan kemarin, saya juga berbincang dengan pribadi-pribadi super yang kembali menyemangati saya untuk selalu memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup yang saya alami.

Terima kasih atas semua hal yang amat mencerahkan selama acara berlangsung kemarin.
Stay Super !

Faif Yusuf

Friday, October 9, 2009

Kafana Distro 5

Alhamdulillah...

Saat ini saya sedang berkonsentrasi untuk mempersiapkan pembukaan Kafana Distro 5. Persiapannya memang cukup berbeda dan lebih menantang dari sebelumnya. Mengingat lokasi Kafana Distro 5 berada di area perniagaaan sebuah perumahan yang amat ramai di Bekasi.

Konsep Kafana Distro 5 ini mungkin tidak terpaut jauh dengan Kafana Distro 1 yang ada di komplek ruko perumahan. Dalam perjalanannya, tentu saja akan ada modifikasi di sana sini menyesuikan pangsa pasar yang ada di sana. Tapi dari survey karakteristik konsumen yang ada, nampaknya sih nggak akan jauh beda.

Alhamdulillah juga, puji syukur kepada Allah, lokasi Kafana Distro 5 ini menempati sebuah ruko milik sendiri yang saya beli dari hasil lebaran beberapa outlet kafana kemarin. Semoga hal ini bisa menjadikan leverage atau daya ungkit bagi bisnis Kafana.

Bagaimanapun juga kepemilikan property cukup penting untuk disinergikan dengan bisnis yang berjalan diatasnya.

Saatnya kembali menerapkan beberapa ilmu yang selama ini dipelajari.

Salam,
Faif

Genting Highland (3)

Saat sedang menikmati hangatnya nasi lemaknya, tiba-tiba mata saya tertuju pada seorang petugas kebersihan yang begitu sigap melakukan pekerjaannya. Entahlah...batin saya kok langsung merasa ada hubungan emosional.

Dari wajah dan penampilannya saya menduga dia orang Indonesia. Langsung saja saya sapa ketika dia lewat di depan saya. Dengan bahasa Indonesia tentunya. Dia pun langsung nyambung dan akhirnya kami terlibat dalam pembicaraan yang cukup akrab. Begitu mengetahui dia dari Jawa Timur saya pun berbicara dalam bahasa Jawa.

Dari petugas tersebut saya sedikit tahu bagaimana kondisi pekerjaannya disana. Ternyata di komplek tersebut kebanyakan petugas kebersihan berasal dari Indonesia. Dalam kesempatan yang berbeda, saya juga berjumpa dengan petugas kebersihan yang berasal dari Indonesia.

Mereka pulang kurang lebih setiap dua tahun. Dengan jadi lebih dari RM 1000 (sekitar tiga juta rupiah), tentu cukup lumayan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka di kampung halaman di Indonesia.

Sayangnya, tidak sedikit warga negara Indonesia yang bekerja dan mengalami nasib yang kurang menguntungkan seperti mereka.

Genting Highland (2)

Melanjutkan cerita kemarin, perjalanan ke Genting Highland ternyata cukup mendebarkan juga. Apalagi kalau kita tidak naik bus dengan rute pegunungan yang sedemikian berkelok dan curam. Keterampilan pengemudi tentu amat sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Untungnya bus yang menuju ke Genting rata-rata kondisinya cukup bagus dan meyakinkan. Di sisi lain, lalu lintas menuju Genting tidaklah sepadat lalu lintas seperti di Puncak, yang sering kali macet dan melelahkan.

Berhubung berangkat dari terminal Titiwangsa, bus yang saya naiki langsung menuju terminal Genting atas. Artinya saya tidak perlu naik cable car skyway untuk sampai ke Genting Resort.

Biasanya kalau berangkat dari terminal Puduraya Kuala Lumpur, kita akan transit di terminal Genting Bawah untuk kemudian naik sky way sepanjang kurang lebih 4 km menuju ke Genting resort. Harga tiket kalau dari terminal Puduraya sudah termasuk tiket sky way senilai RM 5.

Sampai di terminal Genting atas, kondisi udara sangat dingin dan sedikit berkabut. Jangan bayangkan kondisi terminal seperti kebanyakan terminal di Indonesia ya...

Walaupun tidak terlalu besar, terminal di Genting atas sangat bersih dan rapi. Semua bus yang parkir disana juga kondisinya sangat bagus. Diantara bus yang ada, saya lihat jalur yang melayani langsung ke Singapore cukup banyak jumlahnya. Jadi dari Genting kita bisa langsung menuju Singapore yang bisa ditempuh kurang lebih 5-6 jam perjalanan.

Berhubung cukup lapar, saya sempat menikmati makan dengan menu nasi lemak di terminal tersebut. Untuk memesan makanan kita harus antri dengan tertib, kecuali memang tidak ada antrian. Kalau kita main serobot, pasti akan diingatkan oleh mereka yang sedang antri.

"Queue please...," begitu sapa seorang bermata sipit dengan sopan ketika saya melintas di depan conter sebuah makanan. Mungkin dia mengira saya akan memesan langsung tanpa melalui antrian yang ada. Saya pun tersenyum sambil sedikit menjelaskan "hanya" numpang lihat menunya aja he..he..

Thursday, October 8, 2009

Genting Highland (1)

Saya mulai dengan cerita bebas seputar pengalaman mengunjungi Genting Highland Malaysia beberapa waktu yang lalu.

Di sela-sela kesibukan menghadiri acara Incoming Buying Mission yang diadakan oleh Matrade Malaysia, saya menyempatkan diri jalan-jalan ke Genting Highland. Sebuah lokasi wisata yang amat terkenal di Malaysia, bahkan manca negara. Terutama dengan arena judinya.

Terus terang saya sangat penasaran untuk kesana juga karena seringnya mendengar cerita tentang sebuah arena judi kelas internasional yang ada di Genting tersebut. Walaupun saya pribadi tidak begitu paham dengan dunia perjudian, apalagi menjadi seorang penjudi.

Namun saya ingin melihat keberhasilan pemerintah Malaysia melokalisir aktivitas perjudian sehingga bisa amat terkontrol dengan baik.

Genting Higland bisa ditempuh kira-kira satu jam dari Kuala Lumpur. Kita bisa naik bus dari terminal Puduraya atau naik taksi. Saya sendiri berangkat dari terminal kecil Titiwangsa karena lebih dekat dengan hotel Legend, tempat saya menginap selama di Kuala Lumpur.

Hanya beberapa menit naik LRT (Light rail Transit) untuk sampai ke Titiwangsa, kemudian naik bus yang menuju ke Genting Highland.

Tidak disangka-sangka, saya duduk bersebelahan dengan seorang Bapak yang ternyata warga negara Indonesia yang sedang bekerja di Indonesia. Dari beliaulah saya mendapatkan banyak informasi seputar Genting dan kehidupan sehari-hari di Malaysia.

Termasuk apabila ingin tinggal lebih lama di Kuala Lumpur, saya disarankan untuk menyewa apartemen dengan tarif yang jauh lebih murah daripada tinggal di hotel.

Untuk menemukan apartemen yang disewakan di Kuala Lumpur juga tidak terlalu sulit. Beberapa temen saya bahkan berhasil mendapatkan apartemen yang cukup murah untuk disewa tidak lama setelah mereka check out dari hotel. Hal ini dilakukan karena mereka harus tinggal beberapa lama lagi di Kuala Lumpur untuk mengurusi bisnis mereka yang belum selesai.

Kembali ke cerita perjalanan ke Genting Highland...
Saya bisa gambarkan, kondisi rute yang dilewati tidak jauh dengan rute apalagi kita pergi ke Puncak. Jalannya sangat berliku dan naik turun. Bedanya, ini menurut saya ya, kondisi jalan jauh lebih "mengerikan" karena tanjakan dan turunan yang jauh lebih curam daripada di Puncak.

Untungnya, kondisi jalan lebih lebar dan lebih bagus daripada jalan menuju Puncak. Kalau ke Puncak kita disuguhi dengan banyaknya warung kaget di pinggir-pinggir jalan, hal ini tidak akan kita dapatkan dalam perjalanan ke Genting. Kanan kiri jalan begitu bersih sehingga kita bebas menikmati pemandangan tanpa harus terhalang oleh warung kaki lima seperti di kawasan puncak.

Alhamdulillah...

Alhamdulillah...
Ungkapan inilah yang mesti saya sampaikan sebagai salah satu ekspresi rasa syukur untuk mengakhiri "kemalasan" saya dalam menulis selama ini.

Sejuta alasan mungkin layak terlontar dan sah-sah saja, namun intinya cuma satu, selama beberapa bulan ini saya tidak sanggup "menaklukkan" rasa malas untuk mengupdate blog tercinta ini.

Mulai hari ini, saya kembali bertekad untuk "memaksakan" diri sendiri untuk menorehkan jejak perjalanan yang demikian berliku.

Mohon maaf kepada para sahabat yang selama beberapa bulan ini kecewa karena selalu kecele alias tidak menemukan posting baru dalam blog saya. Semoga kekecewaan para sahabat akan terbayar dengan hadirnya cerita-cerita seru saya selanjutnya.

Amin...

Salam,
Faif Yusuf

Friday, May 22, 2009

IBM MIHAS 2009

Alhamdulillah, awal bulan Mei kemarin saya berkesempatan menghadiri sebuah event berskala internasional. Event yang dikenal dengan IBM (Incoming Buying Mission) dan dipadu dengan MIHAS (Malaysia Internasional Halal Showcase) tersebut diprakarsai oleh MATRADE (Malaysia External Trade Development Corporation. Kalau di Indonesia lembaga sejenis dikenal dengan BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional).

Event ini diselenggarakan selama kurang lebih satu minggu, bertempat di Menara MATRADE, Kuala Lumpur, Malaysia. Selain dari Indonesia, buyer juga didatangkan dari kurang lebih 52 negara. Luar biasa effort pemerintah Malaysia dalam memberikan support kepada pelaku bisnis di negaranya.

Bersambung...

Friday, February 27, 2009

Sampai Jumpa di Milad III TDA

Perayaan Milad III TDA : 28 Feb - 1 Maret 2009.
Bertempat di Gedung BPPT Lt. 1 Jl. MH Thamrin Jakarta Pusat.